Sabtu, 08 Oktober 2016

Munajad

Ya الله tuhan ku....akulah hamba yang paling fakir dalam segala kekayaan ku ini, bagai mana tidak akan merasa fakir dalam kefakiran ku ini?
Ya الله akulah hamba yang paling bodoh dalam ilmu pengetahuan ku sendiri, bagaimana aku tidak merasa lebih bodoh dalam hal sesuatu dan aku sendiri tidak mengetahuinya?

Tidak lah ada seorang hamba yangbmengakui kemiskinannya dan kebodohannya dalam ber do'a, kecuali الله  akan berkata kepada para malaikatnya: " andaikan tidak karna mereka tidak mampu langsung menangkap firman ku[الله] tentu aku langsung menjawab do'a mereka dengan labbaika..."

Ya الله tuhanku....sesungguhnya dalam perubahan-perubahan aturanmu dan cepatnya takdirmu, keduanya mampu mencegah para hambamu yang arif untuk tenang dan tidak putus meng harap lantaran ada musibah
Para hukamak [arifin ] tidak akan merasa tenang mereka akan tenang bila menerima karunia rahmatالله. Tanpa karunianya , segala sesuatu didunia akan lenyap dan tidak akan kekal. Demikian juga ujian, dengan adanya musibah yang menimpa mereka, mereka tidak putus harapan kepada kepada الله

Ya الله yatuhanku.... kerendahan, kekurangan dan kebodohan adalah sifat yang layak dari diriku, sedangkan darimu selalu yang mulia dan besar,
Ya الله .... sesungguhnya engkau telah menyebutdirimu memiliki sifat yang sayang kepada aku sebelum adanya kelemahan ini, lalu apakah sekarang engkau menolak diriku dari dua sifat mu itu setelah melihat banyak kelemahan dan kebutuhanku padamu
Ya  الله .....bilamana kelihatan ada amal yang baik dari aku, itu semata-mata lantaran karuniamu, dan engkau berhak menuntutku, sebaliknya bila ada kejahatan yang ku kerjakan, maka semata-mata itu lantaran keadilanmu, engkau berhak menuntutku atas kejahatan yang aku kerjakan.
Ya الله..... engkau telah mengembalikan aku untuk mengurusi diriku sendiri, padahal engkau telah menjatah hidupku, lalu bagaimana aku harus merasa terhina, padahal engkau satu-satunya yang menolongku.... dan bagaimana aku merasa kecewa padahal engkau terus menyayangi aku...
Lihatlah aku ya الله...aku mendekatimu lantaran kemiskinanku[butuhku] epadamu, lalu bagaimana mungkin aku memakai perantara untuk sampai kepadamu dengan sesuatu yang tidak bisa sampai kepadamu, lalu bagaimana aku harus menyampaikan keadaanku kepadamu, padahal diriku ini tidak ada yang rahasia bagimu, bagaimana aku menjelaskan kepadamu mengenai prihalku, padahal aku menjelaskan hal tersebut dengan kata-kata[kemampuan komunikasi] darimu dan kembali kepadamu jua, atau bagaimana aku merasa kecewa denganmu, padahal telah meng hadap kepadamu, dan bagaimana tidak menjadi baik segala keadaanku, dimana keadaan itu dari dirimu dan kembali kepadamu jua...
Ya الله....alangkah luas kelembutanmu kepadaku padahal aku ini sangat dungu, Ya الله...alangkah besar rahmatmu, padahal sangat buruk sekali perbuatanku...
Ya الله...alangkah dekatnya dirimu kepadaku, dan alangkah jauhnya diriku kepadamu...
Ya الله...alangkah cintanya dirimu kepadau, apakah hal itu yang meng hijab aku dan dirimu....
Ya الله....aku sekarang telah paham dengan keadaan ,perbuatan, dan pergantian-pergantian waktu, semua itu menunjukkan ekuasaanmu kepadaku, sehingga aku tidak lupa sedikitpun kepadamu memandang segala sesuatu...
Ya الله... setiap mulutku terbungkam karena dosa-dosa, saat itulah mulutu bisa terbuka setelah melihat kemurahanmu yang tidak terbatas, setiap kali aku putus asa mengharap rahmatmu karena rendahdiriku, maka saat itupun aku terbuka  ketika melihat berbagai karuniamu....
Ya الله...aku diam dan berlumuran dosa, aku malu dan putus harapan karena dosa-dosaku, namun setelah memikirkan betapa luasnya kemurahanmu , jadinya aku bersemangat lagi....
Ya الله....setiap manusia dalam kebaikannya disitu pasti masih ada kekurangannya, lalu apakah setiap kekurangan bukan suatu kesalahan dan dosa? Dansetiap manusia memiliki ilmu dan pengetahuan sebenarnya hanya pengakuan belaka, lalu apakah pengakuan itu tidak suatu epalsuan?
Hanya الله yang memberi ilmu dan pengetahuan, dan manusia hanya mengakui miliknya, padahal ilmu adalah milik الله jadi pengakuan seorang hamba sebenarnya palsu, tidaknyata didunia, dan yang nyata dan kekal hanyalah الله....

Semuga الله menjadikan kita orang-orang yang bergembira bersama الله, serta menjadikan orang-orang yang ridlo dengan apa-apa yang diberikan الله, semoga الله menjadikan kita golongan orang-orang yang mengergi bahwa segala sesuatu dari الله, dan janganlah mdnjadikan kami golongan orang-orang yang lalai, semuga الله menjadikan kami teyap diatas jalan orang-orang  muttaqin lantaran karunia dan kemurahan الله...
ا

Jumat, 07 Oktober 2016